Ratusan Qari dan Huffadz Muda Adu Kreasi di Gebyar Seni Qur'aniyy ke-18 UIN Salatiga
SALATIGA– Lantunan ayat suci dan alunan salawat menggema di Auditorium Student Center UIN Salatiga, Senin (12/10/2026). Sebanyak 178 peserta dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul untuk memperebutkan juara dalam Gebyar Seni Quraniy (GSQ) ke-18 yang digelar Jam'iyyah Qurra' wal Huffadz (JQH) Al Furqan UIN Salatiga.
Acara diawali dengan pembukaan formal berupa opening ceremony, yakni pemukulan gong oleh Pembina JQH Al Furqan, Bp. Dr. Muhammad Nurmansyah, M.Hum. Ia didampingi Ketua Umum JQH Al Furqan, Muhammad Nur Hafidz, dan Ketua Panitia GSQ ke-18, Ahmad Novel Al Ja'far. Pukulan gong tersebut menandai dimulainya rangkaian lomba.
Mengusung tema "Akselerasi Langkah Generasi Qurani yang Kreatif, Transformatif, dan Adaptif Menuju Episentrum Peradaban Modern", ajang ini terbuka bagi peserta umum jenjang SMP hingga perguruan tinggi. Mereka bersaing di lima cabang lomba, Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ), Musabaqah Hifzhil Qur'an (MHQ), Musabaqah Fahmil Qur'an (MFQ), Musabaqah Khattil Qur'an (MKQ), dan Cover Sholawat.
Usai pembukaan, para peserta menuju lokasi lomba masing-masing. Lomba MTQ dan MKQ digelar di Auditorium Student Center, Cover Sholawat di Gedung Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), MFQ di Gedung Fakultas Dakwah (FAKDA), dan MHQ di Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI).
Ketua Umum JQH Al Furqan UIN Salatiga, Muhammad Nur Hafidz, menyambut hangat para delegasi yang hadir sejak pagi. Baginya, banyaknya peserta menjadi bukti keberhasilan panitia menyiapkan acara.
"Pertama-tama, saya ucapkan ahlan wasahlan bihudurikum kepada seluruh peserta dan delegasi yang telah hadir pada pagi hari ini. Kehadiran para peserta kali ini merupakan kesuksesan bagi kami dalam mempersiapkan perlombaan," ujarnya.
Sementara itu, Bp.Nurmansyah berpesan agar peserta tidak sekadar mengejar kemenangan. Ia mengajak seluruh peserta menjadikan lomba sebagai jalan meraih hikmah Al-Qur'an.
"Kami berharap kegiatan GSQ ke-18 ini tidak hanya sebatas lomba. Kalau kita niatkan hikmah kepada Al-Qur'an, insyaallah kita akan mendapatkan keberkahan Al-Qur'an di dunia dan akhirat," tuturnya.
Kesan mendalam datang dari peserta. Aulia dan Anifa, dua peserta asal Rembang, mengaku bangga bisa tampil di GSQ. Bagi mereka, lomba ini bukan hanya soal meraih juara, tetapi juga menambah pengalaman berharga.
"Seneng, bangga, jadi punya pengalaman. Semoga bisa ikut lagi kalau ada lomba-lomba seperti ini," ujar keduanya.
Dengan semangat tema yang diusung, GSQ ke-18 diharapkan menjadi wadah lahirnya generasi Qurani yang tidak hanya fasih melantunkan ayat, tetapi juga kreatif dan siap menjawab tantangan peradaban modern.
Div.Litbang
Komentar
Posting Komentar